kembali pada onggokan kota tua, perempuan
pada sebuah pertemuan
apa itu definisi? tanya mereka
lalu kemana perginya pertemuan? kata cinta
kapal-kapal finisi membawa berita dari negeri seberang
tentang sisifus yang belum juga kelelahan
bukan naik ke atap gunung yang ia tuju, tetapi
ketabahan menjalani kesia-siaan
kamu punya sikap
aku punya sepotong roti
dan seteguk darah
kemuadian seberapa berartinya aku untukmu
dan kemudian seberapa tidak berartinya aku untukmu
aku melucuti setiap benang yang menutupi tubuhmu
ketika kau hanya menyisakan selembar kain putih pada tubuhku
paras kejujuran yang kembali lagi kau pakai
ada absurdnya sabda Camus
tapi hanya mendapatkan wajahmu yang sikap
adalah sebuah kepastian menunggu pagi
dan aku punya banyak cara untuk kembali
aku datang membawa suatu alasan
dan seperti biasa satu alasan
kubawa pulang
Akhirnya, dan memang selalu ada akhirnya
Aku menelan manis amarah
ketika kau pinjamkan sayap-sayap do’a
Pekalongan-Bekasi, Juli 2008
Senin, 16 Juli 2012
Kota ini
1.
apa yang dikisahkan kota ini kepadaku?
lekuknya meninggalkan kenangan
proklamasi Karawang Bekasi sampai
2.
hari ini aku melihat wajahmu
seperti kehabisan waktu
padam
diam
menjadi keran-keran pikiran
3.
adakah kenangan perlu diabadikan
jika memang itu kefanaan
kefanaan mana yang tidak ditanya
jawabkan
tiba-tiba menjadi sesuatu yang menyelamatkan,
justru karena kesementaraan
4.
lumat keseluruhanku, tantang keangkuhan
dunia dan kehidupan bukan tempat
yang tepat untuk mengolah kemungkinan, tapi saat
ceceran kesempatan dipungut
karena tidak dapat
ditumpas seluruhnya oleh kesia-siaan
5.
matahari seperti semakin nyala
dan kau bertanya
“seperti apa esok hari”
ya, memang tidak akan pernah selesai
untuk Bekasi, tanah airku
Bekasi, May 2008
Langganan:
Komentar (Atom)